Pages

Minggu, 29 September 2013

Pengertian Esai

Nama : Muhammad Yusup
Kelas : 3ka32

A.    Pengertian Esai

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
dibawah ini pengertian esai menurut beberapa ahli. 
·      Menurut H.B Jassin ( Sang Paus Sastra ) Esai adalah uraian yang membicarakan bermacam ragam,tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam jalan pikiran.Dalam esai terlihat keinginan,sikap terhadap soal yang dibicarakan,kadang-kadang terhadap soal yang dibicarakan.Pengeretian esai sebagai karangan yang sedang panjangnya,yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentuk prosa.
·      Menurut Soetomo Esai adalah sebagai karangan pendek mengenai suatu masalah yang kebetulan menarik perhatian untuk diselidiki dan dibahas.Pengarang mengemukakan pendiriannya,pikirannya,cta-citanya dan sikapnya terhadap suatu persoalan yang disajikan.
·      Menurut KBBI Esai adalah karya tulis atau karangan dalam bentuk prosa yang memaparkan tentang sesuatu masalah dari sudut pandang pribadipenulis secara lugas ndan sepintas.

Ø  Tipe-tipe Esai
Ada enam tipe esai, yaitu :
• Esai deskriptif: Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
• Esai tajuk: Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat.
• Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
• Esai pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
• Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
• Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

·         Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
·         Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
·         Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
·         Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
·         Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
·         Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.

Ø Langkah-langkah pembuatan esai
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
1.      Menentukan tema atau topik
2.      Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3.      Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4.      Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5.      Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6.      Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7.      Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.

Ø Cara mengembangkan kerangka karangan esai
1.      Untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;
2.      Kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
3.      Masukan pandangan seorang ahli;
4.      Buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;
5.      Untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;
6.      Esai biasa adalah karangan argumentasi





A.      Esai diri sendiri

Perjalanan kehidupan

            Nama saya muhammad yusup,saya lahir 20 tahun silam di daerah jawa barat yaitu kuningan lebih tepatnya pada tanggal 06-oktober-1993. Saya anak terakir dari enam bersaudara.

Pada masa kecil sampai sekarang saya selalu di ajarkan oleh keluarga saya agar disiplin terhadap waktu agar tidak terbuang dengan sia-sia. Saat saya  masih kecil saya merasa bahagia sekali,pada masa sekolah dari SD saya di daftarkan orang tua saya di sekola SD NEGRI 4 KUNINGAN. Di sana saya mendapatkan banyak teman yang baik,di sekolah pun saya rajin masuk dan giat belajar  agar selalu mendapatkan rengking di kelas,hingga lulus sekolah dasar saya termasuk dari 5 besar dengan lulusan nilai terbaik,setelah lulus saya meneruskan sekolah saya di SMP NEGERI 1 KUNINGAN di sana tidak jauh berbeda dengan keseharian saya waktu di sekolah dasar,bedanya jam sekolah bertambah dan pelajaranpun tambah susah,saat SMP saya dalam pelajaran saya terbilang biasa-biasa sajah tidak begitu menonjol hingga dari kelas 7 sampai kelas sampai saya lulus  hanya mendapatkan peringkat 10 besar.

Masa SMA saya di daftarkan oleh orang tua saya di SMA NEGERI 1 CIAWI GEBANG. Masa SMA sangatlah tidak terlupakan,di masa itu saya mulai mengenal arti dari sahabat,cinta dan mulai berfikir dewasa. Di SMA dari kelas satu sama sudah tergabung dengan tim sepak bola sekolah,dan pada kejuaran antar sekolah kami menjuari kejuaraan tersebut,saat sekolah saya banyak sekali mendapatkan sahabat yang sangat sehati dengan saya,mulai dari berangkat sekolah sampai pulang,nongkrong kami selalu bersama. Dan di sekolah SMA prestasi saya mulai meningkat lagi terbukti saya selalu masuk 3 besar dan masuk jurusan IPA,setelah 3 tahun di SMA pada 2011 saya lulus dan meneruskan kuliah di luar kota,rasanya sedih sekali meninggalkan orang tua,teman-teman  dan tempat kelahiran saya sendiri. Setelah pindah ke luar kota lebih tepatnaya di bekasi saya ingin meneruskan kuliah saya di jurusan komputer,dan akhirnya saya kuliah di kampus GUNADARMA  disinilah awal kedewasaan saya tubuh, perkuliahan sangatlah berbeda dengan masa SMA di sini saya lebih harus bekerja keras untuk mendapatkan nilai dan dan sesuatu yang saya mau,sekarang saya sudah semester 4 mudah-mudahan saya cepat lulus dengan nilai dengan nilai yang sudah di tetapkan,sehngga saya bisa bekerja da membahagiakan keluaga  saya dan diri saya sendiri